pusara kekelaman memeluk sang badai
reruntuhan asa dan puing penderitaan berpeluk mesra
sorak dan riak tangis menjadi mahligai
terpasung sadis kebahagiaan yang slama ini ada
maha raja nyawamu sgalanya tuanmu
bukan aku, bukan dirimu
kau punya titah
tapi kau pun kan senantiasa terperintah
mungkin gelombang amarah laut itu hanya sesaat
tapi tersadarkah semua sisakan memori mendalam
debu-debu dan rangkakkan hati terjerat
memanggil-manggil sesalkan duka mencekam
tuhan...
inikah kuasa-Mu ?
duka bgtu pedih dan kehancuran bgitu pilu
negara adikuasa itu kini berduka
sentuhlah mereka yg teraniaya
peluklah mereka dalam pangkuan kasih-Mu
satu yang ku percaya
berjuta, sejauh, dan setinggi apapun ilmu kehidupan
tak ada satupun yg mampu menerka dan mengira
bgitu Maha Kuasa Diri-Nya
ampuni kami...
reruntuhan asa dan puing penderitaan berpeluk mesra
sorak dan riak tangis menjadi mahligai
terpasung sadis kebahagiaan yang slama ini ada
maha raja nyawamu sgalanya tuanmu
bukan aku, bukan dirimu
kau punya titah
tapi kau pun kan senantiasa terperintah
mungkin gelombang amarah laut itu hanya sesaat
tapi tersadarkah semua sisakan memori mendalam
debu-debu dan rangkakkan hati terjerat
memanggil-manggil sesalkan duka mencekam
tuhan...
inikah kuasa-Mu ?
duka bgtu pedih dan kehancuran bgitu pilu
negara adikuasa itu kini berduka
sentuhlah mereka yg teraniaya
peluklah mereka dalam pangkuan kasih-Mu
satu yang ku percaya
berjuta, sejauh, dan setinggi apapun ilmu kehidupan
tak ada satupun yg mampu menerka dan mengira
bgitu Maha Kuasa Diri-Nya
ampuni kami...
